Jung Rabab untuk kesehatan

Jung Rabab untuk kesehatan

Jung Rabab untuk kesehatan,- Jung Rabab atau yang juga dikenal dengan nama ujung atap merupakan suatu tumbuhan herbal dari Nusantara. Nama ilmiah dari tanaman ini ialah Baeckea frutescens yang termasuk ke dalam salah satu golongan familia Myrtaceae. Adapun nama-nama daerah dari tanaman ini ialah si gamai-gamai (Minangkabau), aron (Aceh), sawajale & sawajane (Sulawesi), game-game (Batak), wile-wile (Baliem), ujung atap (Sumatera & Kalimantan), tutur atap, sesapu, sesapu atap, serta jung-jung atap (Bangka Belitung).

Perdu semak ini memiliki ketinggian sekitar 6 m dengan diameter sekitar 11 cm. Helaian daun dari tanaman jung rabab memiliki aroma yang harum, dengan bentuk yang menyerupai jarum tegak. Posisi dari daun tersebut ialah sejajar saling berhadapan berumpun pada setiap bagian ruasnya. Batang kayu dari tanaman jung rabab ini, juga memiliki warna yang merah tua dengan percabangan yang berwarna keabuan. Bunganya sendiri memiliki ukuran sekitar 3 mm.

Baca juga : Khasiat dan Kandungan Senyawa Tanaman Bungur Besar 

Bersifat tunggal dengan helaian mahkota bunga yang berwarna putih-ping serta keluar dari ujung percabangan. Menghasilkan buah buni dengan ukuran 3 mm yang berwarna merah, cokelat serta hijau dengan biji yang berwarna cokelat pula. Tanaman jung rabab ini memiliki bunga dan buah sepanjang tahun. Ujung atap ini dapat tumbuh baik pada dataran rendah hingga ketinggian yang mencapai 1000 mdpl. Kayunya yang berwarna merah tua tersebut memiliki tekstur yang padat, berat, keras dan tahan lama.

Dan kayunya,  kerap digunakan sebagai bahan untuk membuat pagar. Adapun daun dari tanaman ujung atap ini memiliki fungsi yang cukup baik dalam ilmu kesehatan. Dengan mengolah daun jung rabab menjadi teh ataupun minuman segar, dapat membantu melancarkan fungsi saluran kencing (diuretik), abortivum, mengembalikan energi pada ibu yang baru melahirkan, mengatasi pegal-pegal, meningkatkan nafsu makan, meringankan sakit perut serta menurunkan demam tinggi.

Ada baiknya air rebusan dari daun jung rabab ini tidak dikonsumsi oleh ibu yang sedang hami ataupun seorang wanita dalam masa produktif. Karena dalam dosis yang tinggi air rebusan tanaman jung rahab tersebut bisa mengakibatkan menurunnya kesuburan dan susah memiliki keturunan. Ekstrak metanol yang terkandung di dalam tanaman ini memang tidak menunjukan aktifitas anti bakteri. Namun kandungan dari p-cymene yang ada di dalam tanaman ini memiliki fungsi anti bakteri.

Jadi tanamn jung rabab ini dapat difungsikan untuk membunuh bakteri-bekteri jahat dan merugikan yang ada di dalam tubuh. Itulah beberapa penjelasan tentang tanaman perdu jung rabab yang cukup penting. Terimakasih dan semoga bermanfaat

Sumber : https://www.bosacepsuherman.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas